Apa Itu Pitching dan Perbedannya dengan Presentasi?

Apa itu pitching dan perbedannya dengan presentasi? Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang, terutama mereka yang ingin mempromosikan ide, produk, atau layanan mereka kepada audiens tertentu. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang apa itu pitching dan perbedaannya dengan presentasi, apa saja?

Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Produktivitas saat Bekerja

Apa Itu Pitching dan Perbedannya dengan Presentasi?

Pitching adalah proses mengkomunikasikan nilai atau manfaat dari sesuatu secara singkat, jelas, dan menarik. Presentasi adalah proses menyampaikan informasi atau pengetahuan secara lengkap, rinci, dan sistematis. Keduanya memiliki tujuan, cara, dan teknik yang berbeda.

Pitching biasanya dilakukan untuk meyakinkan audiens agar tertarik, antusias, atau mau melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pembicara. Misalnya, pitching bisa digunakan untuk mendapatkan investor, klien, mitra, atau sponsor.

Pitching harus mampu menangkap perhatian audiens dalam waktu singkat, biasanya kurang dari 10 menit. Oleh karena itu, pitching harus fokus pada hal-hal yang paling penting dan relevan dengan kebutuhan atau masalah audiens. Pitching juga harus menunjukkan bagaimana ide, produk, atau layanan yang ditawarkan bisa memberikan solusi atau nilai tambah bagi audiens.

Sementara itu, presentasi biasanya dilakukan untuk mengedukasi, menginformasikan, atau menghibur audiens tentang suatu topik tertentu. Misalnya, presentasi bisa digunakan untuk menyampaikan laporan, hasil penelitian, analisis data, atau rencana kerja.

Presentasi juga harus memberikan informasi atau pengetahuan secara lengkap, rinci, dan sistematis. Oleh karena itu, presentasi harus memiliki struktur yang jelas dan logis, seperti pendahuluan, isi, dan penutup. Presentasi juga harus menggunakan alat bantu visual yang sesuai dan efektif, seperti slide, grafik, gambar, atau video.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Ciri-ciri Depresi di Pekerjaan Anda!

Hal Penting yang Harus Diketahui saat Pitching dan Presentasi

Bagaimana cara membuat pitching yang efektif? Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang, terutama mereka yang ingin mempromosikan ide, produk, atau layanan mereka kepada audiens tertentu. Pitching adalah proses mengkomunikasikan nilai atau manfaat dari sesuatu secara singkat, jelas, dan menarik. Untuk membuat pitching yang efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Memahami audiens dan tujuan pitching

Anda harus meneliti siapa audiens Anda, apa kebutuhan atau masalah mereka, apa harapan atau tujuan mereka, dan apa tantangan atau hambatan yang mereka hadapi. Anda juga harus menentukan tujuan pitching Anda, apa yang ingin Anda capai, apa yang ingin Anda tawarkan, dan apa yang ingin Anda minta dari audiens.

2. Menyusun materi pitching yang sesuai dengan audiens dan tujuan pitching

Saring informasi yang paling penting dan relevan dengan audiens dan tujuan pitching Anda. Anda harus menghindari informasi yang terlalu teknis, rumit, atau tidak penting. Anda harus menyusun materi pitching Anda dalam bentuk cerita yang menarik dan mudah diikuti. Anda harus memiliki poin-poin utama yang jelas dan kuat, seperti masalah, solusi, manfaat, bukti, dan tindakan.

3. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan menarik

Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan konkret. Anda harus menghindari jargon, singkatan, atau istilah asing yang tidak familiar dengan audiens. Anda harus menggunakan kata-kata yang positif, aktif, dan persuasif. Anda harus menggunakan analogi, metafora, atau perbandingan yang membantu audiens memahami konsep atau ide Anda. Anda harus menggunakan humor, emosi, atau cerita pribadi yang membuat audiens tertarik dan terhubung dengan Anda.

4. Menggunakan alat bantu visual yang mendukung dan memperkuat pesan

Gunakan alat bantu visual yang sesuai dengan materi pitching Anda. Anda harus menggunakan slide, grafik, gambar, atau video yang sederhana, jelas, dan menarik. Anda harus menghindari alat bantu visual yang terlalu banyak, berantakan, atau membingungkan. Anda harus menggunakan alat bantu visual yang memberikan informasi tambahan, bukan mengulangi apa yang sudah Anda katakan.

5. Menjaga kontak mata dengan audiens

Anda harus melihat audiens secara langsung dan seimbang. Anda harus menghindari melihat ke bawah, ke atas, atau ke samping terlalu lama. Anda harus melihat audiens sebagai individu, bukan sebagai massa. Anda harus melihat audiens sebagai teman, bukan sebagai musuh. Anda harus melihat audiens sebagai mitra potensial, bukan sebagai penilai.

Demikianlah cara membuat pitching yang efektif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin meningkatkan keterampilan pitching Anda. Selamat mencoba!

Referensi: