Apa Itu Metode Six Thinking Hats?

Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini penting untuk dimiliki oleh calon pegawai agar ketika ada masalah di perusahaan, ia bisa dengan sigap mengambil keputusan terbaik sebagai solusi atas permasalahan tersebut. 

Jika Anda merupakan fresh graduate dan ingin mengasah cara berpikir kritis, Anda bisa menerapkan metode Six Thinking Hats. Ini dapat membantu Anda untuk berpikir secara lebih terstruktur, seimbang, dan menyeluruh. 

Namun, saat ini masih belum banyak yang memahami dan mengetahui apa itu metode six thinking hats? Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut sekaligus cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 4 Manfaat Networking dalam Dunia Kerja

Apa Itu Metode Six Thinking Hats?

Metode Six Thinking Hats adalah sebuah teknik yang dikembangkan oleh Edward de Bono, seorang psikolog dan filsuf Malta, untuk membantu orang-orang dalam menyelesaikan masalah dengan cara berpikir yang sistematis, kreatif, dan komprehensif. Metode ini menggunakan six thinking hats metaforis yang berbeda warna, yang mewakili jenis pemikiran atau perspektif yang berbeda.

Tujuan dari metode ini adalah memungkinkan orang-orang untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, tanpa terjebak dalam pola pikir yang bias atau terbatas. Dengan demikian, orang-orang dapat menemukan solusi yang lebih baik, inovatif, dan efektif.

6 Hal dalam Metode Six Thinking Hats dan Maknanya

Berikut adalah enam hal dalam six thinking hats dan maknanya:

  • Topi putih: Melambangkan fakta, data, dan informasi yang objektif. Orang yang memakai topi ini harus berfokus pada apa yang diketahui dan apa yang perlu diketahui tentang masalah tersebut.
  • Topi merah: Melambangkan emosi, perasaan, dan intuisi. Orang yang memakai topi ini harus menyampaikan apa yang mereka rasakan dan bagaimana mereka bereaksi terhadap masalah tersebut, tanpa perlu memberikan alasan atau logika.
  • Topi hitam: Melambangkan kritik, risiko, dan kelemahan. Orang yang memakai topi ini harus menunjukkan apa yang salah, apa yang berbahaya, dan apa yang dapat menghalangi solusi dari masalah tersebut.
  • Topi kuning: Melambangkan optimisme, manfaat, dan kekuatan. Orang yang memakai topi ini harus menunjukkan apa yang baik, apa yang mungkin, dan apa yang dapat mendukung solusi dari masalah tersebut.
  • Topi hijau: Melambangkan kreativitas, alternatif, dan kemungkinan. Orang yang memakai topi ini harus mencari ide-ide baru, menyimpang dari pemikiran konvensional, dan mengeksplorasi segala opsi yang tersedia.
  • Topi biru: Melambangkan pengendalian, pengawasan, dan kesimpulan. Orang yang memakai topi ini harus mengatur proses berpikir, menentukan tujuan dan agenda, dan membuat keputusan akhir.

Baca Juga: 5 Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Karier Anda

Cara Menerapkan Metode Six Thinking Hats 

Metode ini dapat diterapkan baik secara individu maupun kelompok. Berikut adalah langkah-langkah untuk menerapkan metode Six Thinking Hats:

  1. Pilih masalah yang hendak diselesaikan atau tentukan tujuan yang ingin digapai.
  2. Tentukan topi mana yang akan dipakai terlebih dahulu. Biasanya, topi biru dipakai di awal dan di akhir untuk mengatur proses dan mengevaluasi hasil.
  3. Pakailah topi tersebut dan berpikirlah sesuai dengan warnanya. Misalnya, jika memakai topi putih, kumpulkan semua fakta dan data yang relevan dengan masalah atau tujuan tersebut.
  4. Gantilah topi dengan warna lain dan ulangi langkah ketiga. Lakukan hal ini sampai semua topi dipakai atau sampai masalah diselesaikan atau tujuan dicapai.
  5. Akhiri sesi dengan memakai topi biru lagi dan simpulkan apa yang telah dipelajari dan dicapai dari metode ini.

Baca Juga: 5 Kemampuan Negosiasi yang Wajib Anda Kuasai di Dunia Kerja

Contoh Penerapan Metode Six Hats di Kehidupan Sehari-hari

Untuk memberikan gambaran tentang penerapan metode ini di dunia nyata, mari Anda ambil contoh sebuah tim yang ingin membuat sebuah produk baru. Tim tersebut dapat menggunakan metode Six Thinking Hats sebagai berikut:

  • Topi putih: Tim mengumpulkan informasi tentang pasar, kompetitor, teknologi, regulasi, dan lain-lain yang berkaitan dengan produk baru tersebut.
  • Topi merah: Tim mengekspresikan perasaan mereka tentang produk baru tersebut, apakah mereka menyukainya, antusias, khawatir, atau ragu-ragu.
  • Topi hitam: Tim menganalisis potensi masalah, hambatan, kesalahan, atau kegagalan yang dapat terjadi dalam pembuatan produk baru tersebut.
  • Topi kuning: Tim mengidentifikasi keunggulan, kelebihan, nilai tambah, atau keuntungan yang dapat diperoleh dari produk baru tersebut.
  • Topi hijau: Tim mencari ide-ide inovatif, unik, orisinal, atau berbeda untuk membuat produk baru tersebut lebih menarik, efisien, atau bermanfaat.
  • Topi biru: Tim menentukan rencana aksi, tanggung jawab, jadwal, anggaran, sumber daya, dan indikator keberhasilan untuk membuat produk baru tersebut.

Metode Six Thinking Hats dapat membantu Anda untuk melihat masalah atau tujuan dari berbagai sudut pandang, menghindari bias dan konflik, serta meningkatkan kreativitas dan efektivitas dalam berpikir. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana.

Referensi: