Ketentuan dan Syarat Berkurban Idul Adha

idul adha

Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya umat Islam yang paling penting. Pada hari ini, mereka yang mampu dianjurkan untuk berkurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Berkurban di Idul Adha tidak hanya merupakan tradisi, tetapi juga ibadah yang memiliki syarat dan tata cara yang harus dipenuhi agar sah dan diterima di sisi Allah SWT. Berikut ini syarat berkurban sesuai syariat dan ajaran agama Islam. 

Baca Juga: Apa Bedanya Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Masehi?

Syarat Berkurban Idul Adha

idul adha

1. Niat Berkurban

Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk berkurban. Niat harus dilakukan oleh orang yang akan berkurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Syarat Pelaksana Kurban

Orang yang berkurban harus memenuhi beberapa kriteria, seperti beragama Islam, telah baligh, berakal, dan mampu secara finansial. Tata cara pelaksanaan kurban juga harus sesuai dengan syariat Islam, termasuk mengucapkan basmallah dan takbir saat penyembelihan, serta menghadap ke arah kiblat. Syarat-syarat ini dirancang untuk memastikan bahwa ibadah kurban dilaksanakan dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

3. Jenis Hewan Kurban

Para ulama telah sepakat bahwa semua hewan ternak boleh dijadikan kurban, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai jenis hewan yang paling utama. Imam Malik berpendapat bahwa kambing atau domba adalah yang paling utama, diikuti oleh sapi, lalu unta, sedangkan Imam al-Syafi’i berpendapat bahwa unta adalah yang paling utama, diikuti oleh sapi, lalu kambing.

4. Syarat Berkurban Idul Adha, Kesehatan Hewan

Hewan kurban harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan cukup umur (sapi dan unta minimal berumur dua tahun, kambing dan domba minimal berumur satu tahun).

5. Waktu Penyembelihan

Dalam Islam, penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha pada hari raya Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Islam. Proses ini dapat dilanjutkan hingga hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Penyembelihan sebelum shalat Idul Adha tidak dianggap sah menurut syariat Islam. Para ulama sepakat bahwa waktu utama untuk penyembelihan hewan kurban adalah setelah shalat Idul Adha pada pagi hari hingga sebelum waktu zhuhur. Penyembelihan hewan kurban di malam hari dianggap makruh, kecuali ada keadaan tertentu yang memerlukannya. 

Baca Juga: Apa Bedanya Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Masehi?

6. Tata Cara Penyembelihan

idul adha

 Pertama-tama, penyembelihan harus dilakukan oleh seorang Muslim yang memenuhi syarat, menggunakan alat yang tajam untuk memastikan proses pemotongan yang cepat dan mengurangi penderitaan hewan.

Sebelum memulai, penyembelih harus mengucapkan basmalah, yaitu ‘Bismillah’ (Dengan nama Allah), sebagai pengakuan bahwa setiap tindakan dimulai dengan nama Allah dan mencari berkah-Nya.

Selanjutnya, penyembelih juga disarankan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada beliau. Proses penyembelihan dimulai dengan menghadapkan hewan ke arah kiblat, yang merupakan simbolisasi menghadapkan diri kepada Allah.

Hewan tersebut kemudian dibaringkan di atas lambung sisi kiri dan penyembelih akan menginjak leher hewan dengan kaki untuk mengendalikannya.

Setelah itu, penyembelih akan membaca takbir (Allahu Akbar – Allah Maha Besar) dan doa khusus yang menyatakan bahwa hewan kurban ini adalah bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah dan memohon agar diterima.

Penyembelihan dilakukan dengan cepat dan hati-hati untuk memotong kerongkongan, tenggorokan, dan dua urat nadi, memastikan hewan tersebut mati dengan cepat dan mengurangi penderitaan. Penting untuk tidak mematahkan leher hewan sebelum ia benar-benar mati untuk menghormati makhluk hidup tersebut.

7. Pembagian Daging Kurban

Ada tiga golongan utama yang berhak menerima daging kurban: pertama, Shohibul Kurban, yaitu individu yang melakukan kurban, berhak mendapatkan sepertiga dari daging kurban tersebut.

Kedua, daging kurban dapat dibagikan kepada tetangga sekitar, teman, dan kerabat, tanpa memandang status kecukupan mereka, dengan porsi yang juga sepertiga. Ketiga, fakir miskin, yang merupakan golongan yang sangat dianjurkan untuk diberikan bagian dari daging kurban, menerima sepertiga bagian terakhir. 

8. Syarat Berkurban Idul Adha, Transparansi dan Kejujuran

Proses berkurban harus dilakukan dengan transparansi dan kejujuran, baik dalam pemilihan hewan, proses penyembelihan, hingga pembagian dagingnya.

Berkurban di Idul Adha adalah momen yang sangat berharga bagi umat Islam untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan dengan sesama. Ibadah ini mengajarkan nilai-nilai kepedulian sosial, kesederhanaan, dan ketulusan. Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan sempurna dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Referensi:

https://www.prudentialsyariah.co.id/id/pulse/article/serba-serbi-ibadah-qurban-dan-syarat-pelaksanaannya/#:~:text=Bagi%20muslim%20laki%2Dlaki%2C%20disunahkan,kurus%2C%20dan%20sudah%20cukup%20umur.

https://baznas.go.id/artikel-show/Syarat-Orang-yang-Bisa-Melakukan-Ibadah-Kurban-Idul-Adha/433

https://bali.kemenag.go.id/denpasar/berita/49066/fikih-kurban-lengkap-mulai-dari-hukum-syarat-hewan-ketentuan-pembagian-dan-waktu-penyembelihan