Apa Itu Sustainable Procurement dan Penerapannya?

Penggunaan istilah ‘pengadaan berkelanjutan’ atau sustainable procurement mungkin semakin meningkat dalam konteks transisi ramah lingkungan dan ekonomi sumber daya (misalnya sektor energi), namun apa sebenarnya maksud dari istilah tersebut?

Pengadaan berkelanjutan mengacu pada pengadaan yang mempertimbangkan kriteria ekonomi mendasar (harga, kualitas, jangka waktu, dll.) serta konsep sustainable procurement dan tanggung jawab sosial. Artikel ini menyoroti apa itu sustainable procurement, dampaknya terhadap hubungan dengan supplier, dan manfaatnya.

Apa Itu Sustainable Procurement?

Procurement selalu diperlukan untuk memenuhi kriteria mendasar seperti harga, kualitas, jangka waktu pengiriman, dan tingkat layanan. Selain itu, sustainable procurement juga diharuskan memenuhi kriteria yang berakar pada pembangunan berkelanjutan juga tanggung jawab sosial yang sesuai dengan keseluruhan siklus hidup dan prospek ekonomi.

Dari sudut pandang pembeli, sustainable procurement pada dasarnya terdiri dari penyeimbangan tiga konsep penting:

  • Lingkungan: masalah ramah lingkungan, kinerja energi, pengurangan limbah, umur produk, perlindungan sumber daya, dan lainnya..
  • Etika dan masyarakat: penghormatan terhadap hak asasi manusia, kondisi kerja, inklusivitas, keragaman, dan lainnya.
  • Ekonomi: biaya, kualitas produk, jangka waktu pengiriman, dan lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Procure to Pay dan Secure to Pay

Seberapa Penting Sustainable Procurement untuk Perusahaan?

Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh para pemilik bisnis, manajer, dan praktisi pengadaan. Sustainable procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa yang mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari keputusan pengadaan. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mengurangi risiko dan meningkatkan kinerja.

Manfaat Sustainable Procurement bagi Perusahaan

Sustainable procurement memiliki banyak manfaat bagi perusahaan, antara lain:

1. Meningkatkan reputasi dan citra merek

Perusahaan yang melakukan sustainable procurement dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta memenuhi harapan pelanggan, investor, dan masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, serta membuka peluang pasar baru.

2. Menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi

Sustainable procurement dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Misalnya, dengan memilih barang dan jasa yang hemat energi, ramah lingkungan, dan tahan lama, perusahaan dapat mengurangi konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, dan limbah. Selain itu, sustainable procurement juga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan dengan meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan mereka.

3. Mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan

Sustainable procurement membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan rantai pasokan mereka, seperti ketidakpastian harga, gangguan pasokan, pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, dan dampak lingkungan negatif. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap perubahan pasar, regulasi, dan kondisi sosial-lingkungan.

4. Mendorong inovasi dan pertumbuhan

Sustainable procurement dapat mendorong perusahaan untuk berinovasi dan menciptakan solusi baru yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan pertumbuhan perusahaan di jangka panjang.

Baca Juga: Perbedaan Procure to Pay dan Secure to Pay

Bagaimana Menerapkan Sustainable Procurement di Perusahaan?

Procurement bukan hanya satu-satunya yang memulai melakukan sustainable, namun hal ini juga diperkuat dengan mitra yang memiliki tujuan sama yakni menciptakan pengadaan berkelanjutan. 

Oleh sebab itu, penting membina hubungan baik dengan para suplier dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan sustainable procurement yang berdampak positif bagi lingkungan, sosial, perusahaan, dan konsumen. 

Mari kita pertimbangkan distribusi emisi gas rumah kaca dalam konteks jejak karbon. Saat ini, ada 3 sumber utama penyebab emisi gas rumah kaca yakni berbagai pemangku kepentingan (pemasok, mitra, pelanggan) mewakili rata-rata 80% hingga 90% dari total emisi yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan. 

Artinya, meskipun sebuah perusahaan mengurangi emisi karbonnya, dampak yang signifikan tidak dapat dicapai tanpa kerja sama di seluruh tim yang berkontribusi dalam rantai procurement.

Agar hal ini dapat terwujud, hubungan antara pembeli dan pemasok harus terus ditingkatkan. Dengan bekerja sama dan saling menjaga akuntabilitas, para pengusaha dapat mendorong mitra mereka untuk mengadopsi perilaku dan pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan.  Diharapkan, pendekatan ini juga akan berdampak positif pada hubungan antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sustainable procurement adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan. Sustainable procurement bukan hanya tentang memenuhi kewajiban hukum atau etis, tetapi juga tentang menciptakan nilai bagi perusahaan dan masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengadopsi prinsip-prinsip dan praktik-praktik sustainable procurement dalam strategi dan operasi bisnis mereka.

Referensi:

https://www.manutan.com/blog/en/glossary/sustainable-procurement-what-it-means-the-state-of-play-and-the-advantages-it-offers#

Sustainable Procurement dan Penerapannya pada Sektor Publik di Indonesia