Contoh E-Procurement

E-Procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik melalui internet. E-Procurement dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran belanja pemerintah. E-Procurement juga dapat mengurangi biaya transaksi, waktu, dan kesempatan terjadinya korupsi.

Salah satu contoh E-Procurement yang berhasil diterapkan di Indonesia adalah Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

Apa Itu SPSE?

SPSE atau Sistem Pengadaan Secara Elektronik adalah sebuah sistem yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengelola proses pengadaan barang dan jasa secara online. SPSE memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem pengadaan konvensional, antara lain:

1. Transparansi dan akuntabilitas

SPSE memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam pengadaan, baik penyedia, pengguna, maupun masyarakat umum, untuk mengakses informasi tentang rencana, proses, dan hasil pengadaan secara real time. Hal ini dapat meningkatkan keterbukaan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan anggaran negara.

2. Efisiensi dan efektivitas

SPSE dapat menghemat waktu, biaya, dan sumber daya dalam proses pengadaan, karena mengurangi kebutuhan akan dokumen fisik, pertemuan tatap muka, dan perjalanan dinas. Selain itu, SPSE juga dapat meningkatkan kualitas dan kinerja penyedia barang dan jasa, karena adanya mekanisme evaluasi dan monitoring yang objektif dan terukur.

3. Peningkatan kompetensi dan pemberdayaan UMKM

SPSE membuka peluang bagi penyedia barang dan jasa dari berbagai daerah dan skala usaha untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah. Hal ini dapat meningkatkan kompetisi dan kesejahteraan pelaku usaha, khususnya UMKM yang memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional.

Dengan demikian, SPSE merupakan sebuah inovasi yang membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. SPSE juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga: Yuk, Pahami 3C dalam Proses Procurement!

6 Contoh E-Procurement Terbaik

eProcurement

Selain SPSE, berikut lima contoh e-procurement terbaik yang juga bisa Anda pertimbangkan.

1. GeM (Government e-Marketplace)

GeM adalah platform E-Procurement yang dibangun oleh pemerintah India untuk memfasilitasi pengadaan barang dan jasa oleh berbagai kementerian, departemen, lembaga, dan badan pemerintah lainnya. GeM menawarkan berbagai fitur seperti katalogisasi produk, perbandingan harga, penilaian kinerja penyedia, pembayaran online, dan integrasi dengan sistem keuangan pemerintah. GeM telah berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kompetisi dalam proses pengadaan pemerintah India.

2. Mercado Público

Mercado Público adalah platform eE-Procurement yang dikembangkan oleh pemerintah Chile untuk menghubungkan penyedia barang dan jasa dengan lebih dari 850 lembaga publik di negara tersebut. Mercado Público menyediakan berbagai layanan seperti pencarian tender, penawaran online, negosiasi elektronik, kontrak digital, dan pengawasan kontrak. Mercado Público telah berkontribusi terhadap penghematan anggaran, peningkatan kualitas barang dan jasa, dan pencegahan praktik monopoli dan kartel.

3. PEPPOL (Pan-European Public Procurement Online)

PEPPOL adalah inisiatif bersama antara Uni Eropa dan beberapa negara anggotanya untuk menciptakan standar interoperabilitas untuk E-Procurementt lintas batas. PEPPOL memungkinkan organisasi publik dan swasta di Eropa untuk berkomunikasi dan bertransaksi secara elektronik melalui jaringan yang aman dan terpercaya. PEPPOL mendukung berbagai proses E-Procurement seperti pemesanan, fakturasi, pengiriman, dan pembayaran.

4. TUNEPS (Tunisia Online E-Procurement System)

TUNEPS adalah sistem eprocurement yang diluncurkan oleh pemerintah Tunisia pada tahun 2012 untuk mereformasi sektor pengadaan publik di negara tersebut. TUNEPS menyediakan portal tunggal untuk publikasi tender, pendaftaran penyedia, penawaran online, evaluasi penawaran, pengumuman hasil, dan manajemen kontrak. TUNEPS telah membantu meningkatkan aksesibilitas, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam proses pengadaan publik Tunisia.

5. AGORA (Advanced Government Online Resource Application)

AGORA adalah sistem E-Procurement yang dikembangkan oleh Bank Dunia untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengelola proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. AGORA menyediakan platform online untuk perencanaan proyek, penganggaran proyek, pengadaan barang dan jasa, pelaporan keuangan, pemantauan dan evaluasi proyek, dan audit proyek. AGORA telah meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam pelaksanaan proyek-proyek Bank Dunia.

6. ProcurA

ProcurA adalah e-procurement terbaik di Indonesia yang bisa membantu sistem pengadaan di perusahaan Anda jadi lebih efisien dan efektif. Dengan harga terjangkau, ProcurA juga bisa dicustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Segera cek demonya di sini.

Nah, itulah contoh E-Procurement yang bisa Anda contoh dan terapkan untuk perusahaan Anda. Semoga bermanfaat. 

Referensi: 

https://procurite.com/blog/detail/jenis-jenis-e-procurement-manfaat-serta-tahap-penerapannya

https://scaleocean.com/id/blog/rekomendasi-6/5-contoh-e-procurement-terbaik-dan-tips-memilihnya-282