Tradisi Unik di Dunia saat Hari Waisak

Hari Waisak, yang juga dikenal sebagai Vesak, adalah hari raya yang sangat penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Ini adalah hari yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan parinirvana (kematian). Setiap tahun, umat Buddha dari berbagai negara merayakan Hari Waisak dengan berbagai tradisi yang unik dan penuh makna.

Baca Juga: 10 Tips Mudik dengan Keluarga

Tradisi Unik di Dunia saat Hari Waisak

1. Indonesia

Di Indonesia, misalnya, perayaan Waisak dirayakan dengan prosesi yang khidmat di Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Ribuan lampion dinyalakan untuk menerangi langit malam, simbol dari pencerahan yang dicapai oleh Buddha. Umat Buddha juga melakukan meditasi bersama dan mendengarkan ceramah tentang ajaran Buddha.                           

2. Sri Lanka

Di Sri Lanka, tradisi pada perayaan Waisak meliputi pembuatan lentera yang disebut Vesak koodu, yang dipajang di depan rumah dan di jalan-jalan. Lentera-lentera ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai simbol dari cahaya kebijaksanaan yang mengusir kegelapan ketidaktahuan.

3. Thailand

Di Thailand, umat Buddha merayakan dengan berkunjung ke wihara untuk berdoa dan mendengarkan ceramah dharma. Mereka juga sering melepaskan burung atau ikan sebagai simbol dari pembebasan dari penderitaan. 

4. Tibet

Di Tibet, Hari Waisak dirayakan dengan upacara yang disebut Saga Dawa, yang menandai bulan penuh dari bulan keempat dalam kalender Tibet. Selama bulan ini, umat Buddha berpartisipasi dalam kegiatan amal dan membuat persembahan di kuil-kuil.

Perayaan Waisak di seluruh dunia menunjukkan keanekaragaman budaya dan keindahan tradisi yang berbeda-beda, namun semuanya bersatu dalam semangat untuk menghormati dan mengikuti jejak Sang Buddha.

Ini adalah contoh indah dari bagaimana sebuah tradisi spiritual dapat menginspirasi persatuan dan perdamaian lintas budaya. Hari Waisak bukan hanya tentang ritual dan upacara, tetapi juga tentang penerapan nilai-nilai universal yang diajarkan oleh Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 5 Fakta Candi Borobudur yang Jarang Diketahui

Sejarah Hari Waisak

Perayaan Waisak, dikenal juga sebagai Vesak, Vesākha, Buddha Purnima, atau Buddha Day, adalah hari suci yang dirayakan oleh umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan ini memiliki makna yang sangat mendalam, memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahirannya, pencerahan, dan parinibbana (wafatnya). 

Sejarah Waisak berakar pada tradisi kuno dan telah dirayakan selama berabad-abad. Menurut catatan sejarah, perayaan ini dimulai sekitar abad ke-3 SM dan telah berkembang menjadi perayaan besar di berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dalam merayakan hari suci ini, sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

Baca Juga: Pelepasan 1.000 Lampion Saat Perayaan Waisak, Cek Maknanya!

Asal Usul Nama Waisak

Nama ‘Waisak’ berasal dari bahasa Pali ‘Vesākha’ dan bahasa Sanskerta ‘Vaiśākha’, yang merujuk pada bulan purnama di bulan Mei atau Juni ketika perayaan ini dilaksanakan. Di Indonesia, Hari Waisak dirayakan dengan berbagai upacara yang kaya akan simbolisme spiritual, seperti meditasi, pindapatta (mengemis alms), dan ritual ‘memandikan’ patung bayi Siddhartha.

Perayaan Waisak di Indonesia sangat unik dan mencerminkan keragaman budaya serta harmoni antarumat beragama di negara ini. Salah satu perayaan Waisak yang paling terkenal adalah di Candi Borobudur di Jawa Tengah, di mana ribuan lentera diterbangkan ke langit malam, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan penuh makna.

Hari Waisak tidak hanya merupakan perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol dari perdamaian, cinta kasih, dan kebijaksanaan. Ini adalah hari di mana umat Buddha di seluruh dunia bersatu untuk mengenang ajaran Buddha Gautama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah dan perayaan Hari Waisak mengingatkan kita semua tentang pentingnya refleksi diri, penerimaan, dan transformasi spiritual. Ini adalah waktu untuk merenungkan ajaran Buddha tentang penderitaan, penyebabnya, dan jalan menuju pembebasan dari penderitaan. Hari Waisak mengajak kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri dan menemukan kedamaian batin yang sejati.

Dengan memahami sejarah dan makna Hari Waisak, kita dapat lebih menghargai kekayaan tradisi spiritual ini dan mengambil inspirasi dari pesan universal yang disampaikannya. Hari Waisak adalah pengingat bahwa pencerahan adalah perjalanan yang dapat dijalani oleh setiap individu, menuju kebijaksanaan dan kasih sayang yang lebih dalam. Hari ini, mari kita rayakan Hari Waisak dengan semangat persatuan dan harapan untuk dunia yang lebih damai dan penuh kasih.

Referensi: