Mengenal Perbedaan Procurement dan Logistik

Procurement dan logistik memiliki dua fungsi penting dalam manajemen rantai pasokan. Namun, banyak orang yang masih bingung mengenai perbedaan dan hubungan antara keduanya. Artikel ini akan menjelaskan secara singkat apa itu procurement dan logistik, serta bagaimana perbedaan procurement dan logistik. Namun, sebelum itu, ketahui dulu pengertian procurement dan logistik.

Pengertian Procurement 

Procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk menjalankan aktivitasnya. Procurement meliputi tahapan seperti identifikasi kebutuhan, pemilihan pemasok, negosiasi kontrak, penempatan pesanan, penerimaan barang, pembayaran, dan evaluasi kinerja pemasok. Tujuan dari procurement adalah mendapatkan barang dan jasa yang tepat, dengan kualitas yang baik, harga yang kompetitif, dan waktu yang sesuai.

Pengertian Logistik

Logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran dan penyimpanan barang dan jasa dari titik asal ke titik konsumsi. Logistik meliputi aktivitas seperti transportasi, pergudangan, penanganan bahan, pengemasan, persediaan, pengiriman, dan layanan pelanggan. Tujuan dari logistik adalah menyampaikan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan dengan efisien, efektif, dan ekonomis.

Baca Juga: Penerapan Kekuatan 5S dalam Metode Procurement

Perbedaan Procurement dan Logistik

Perbedaan procurement dan logistik dapat dilihat dari ruang lingkup, tanggung jawab, dan sasaran masing-masing fungsi. Procurement lebih berfokus pada hubungan dengan pemasok eksternal, sedangkan logistik lebih berfokus pada pengelolaan aliran barang dan jasa di dalam organisasi. 

Procurement bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh organisasi, sedangkan logistik bertanggung jawab untuk memastikan distribusi barang dan jasa yang efisien dan efektif kepada pelanggan. 

Procurement mengejar sasaran seperti penghematan biaya, peningkatan kualitas, pengurangan risiko, dan peningkatan kepuasan pemasok, sedangkan logistik mengejar sasaran seperti pengurangan biaya, peningkatan layanan, pengurangan inventori, dan peningkatan kepuasan pelanggan.

Untuk mengoptimalkan kinerja procurement dan logistik, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan, antara lain:

  • Mengintegrasikan procurement dan logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasokan yang holistik. Ini dapat meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara kedua fungsi tersebut.
  • Mengadopsi teknologi informasi yang dapat mendukung proses procurement dan logistik. Hal tersebut dapat meningkatkan transparansi, akurasi, kecepatan, dan fleksibilitas dalam mengelola informasi dan data terkait barang dan jasa.
  • Mengembangkan strategi procurement dan logistik yang sesuai dengan tujuan bisnis organisasi. Hal ini berfungsi dalam meningkatkan keseimbangan antara faktor-faktor seperti biaya, kualitas, waktu, lokasi, layanan, risiko, inovasi, dan keberlanjutan dalam memperoleh dan mendistribusikan barang dan jasa.
  • Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam procurement dan logistik. Hal ini mampu meningkatkan kemampuan dalam melakukan analisis, negosiasi, kontrak, pengawasan, pemecahan masalah, dan penilaian terkait barang dan jasa.
  • Meningkatkan hubungan dengan pemasok dan pelanggan yang terlibat dalam procurement dan logistik. Ini dapat meningkatkan kepercayaan, loyalitas, kerjasama, feedback, dan inisiatif bersama dalam menciptakan nilai tambah bagi semua pihak.

Procurement dan logistik adalah dua fungsi yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam manajemen rantai pasokan. Dengan memahami perbedaan procurement dan logistik serta cara mengoptimalkannya, perusahaan dapat meningkatkan kinerja bisnisnya secara keseluruhan. 

Baca Juga: Mengenal 5P dalam Procurement

Bagaimana Cara Mengintegrasikan Procurement dan Logistik?

Supply Chain dan Logistik

Procurement dan logistik adalah dua fungsi yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam manajemen rantai pasokan. Untuk mengintegrasikan procurement dan logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasokan yang holistik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh organisasi, antara lain:

  • Menetapkan visi, misi, tujuan, dan strategi bersama untuk procurement dan logistik untuk menyelaraskan arah, prioritas, dan sasaran kedua fungsi tersebut dengan tujuan bisnis organisasi secara keseluruhan.
  • Menyusun proses, prosedur, standar, dan indikator kinerja bersama untuk procurement dan logistik sebagai cara menyederhanakan, menyamakan, dan mengevaluasi aktivitas dan hasil kedua fungsi tersebut secara konsisten dan objektif.
  • Membangun sistem informasi bersama untuk procurement dan logistik. Hal ini dapat membantu mengintegrasikan, mengelola, dan berbagi informasi dan data terkait barang dan jasa secara real-time dan akurat.
  • Membentuk tim kerja bersama untuk procurement dan logistik untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara personel yang terlibat dalam kedua fungsi tersebut.
  • Melakukan audit, pengawasan, dan perbaikan bersama untuk procurement dan logistik untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah, hambatan, atau peluang perbaikan yang ada dalam kedua fungsi tersebut.

Dengan mengintegrasikan procurement dan logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasokan yang holistik, organisasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam memperoleh dan mendistribusikan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh organisasi maupun pelanggan.

Referensi: