4 Pilar Utama dalam Global Procurement

Global procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Global procurement memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. 

Namun, global procurement juga memiliki tantangan, seperti perbedaan budaya, hukum, regulasi, dan risiko geopolitik. Untuk mengatasi tantangan ini, ada empat pilar utama yang harus diperhatikan dalam global procurement, berikut penjelasannya.

Baca Juga: Bagaimana Teknologi Memudahkan Proses Procurement Anda?

4 Pilar Utama dalam Global Procurement

1. Strategi

Strategi global procurement adalah rencana yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja, kualitas, biaya, dan risiko dari aktivitas pengadaan global. Strategi global procurement harus dibuat dengan cermat dan komprehensif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Tujuan dan sasaran bisnis perusahaan
  • Kebutuhan dan harapan pelanggan internal dan eksternal
  • Karakteristik dan ketersediaan pasar pemasok global
  • Kriteria seleksi dan evaluasi pemasok global
  • Model kontrak dan negosiasi dengan pemasok global
  • Metode pengiriman, penyimpanan, dan distribusi barang dan jasa global
  • Sistem informasi dan teknologi yang mendukung aktivitas pengadaan global
  • Indikator kinerja utama (KPI) dan mekanisme pengukuran dan peningkatan kinerja pengadaan global

Strategi global procurement harus disesuaikan dengan kondisi spesifik perusahaan dan industri, serta fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis global.

Strategi global procurement juga harus dikomunikasikan dan diimplementasikan secara efektif di seluruh organisasi, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan. 

Dengan demikian, strategi global procurement dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan meningkatkan keunggulan kompetitifnya di pasar global.

2. Pilar Utama dalam Global Procurement, Teknologi

Teknologi merupakan alat yang digunakan untuk mendukung proses global procurement. Teknologi harus mampu menyediakan informasi yang akurat, cepat, dan mudah diakses oleh semua pihak yang terlibat. 

Teknologi juga harus mampu mengintegrasikan data dari berbagai sumber, mengotomatisasi proses yang berulang, dan meningkatkan efisiensi dan transparansi. Teknologi global procurement dapat dibagi menjadi tiga pilar utama, yaitu:

  • Teknologi informasi (TI)

TI adalah alat mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan berbagi informasi terkait dengan global procurement. 

Contoh TI ialah sistem informasi manajemen pengadaan (SIMP), sistem informasi manajemen pemasok (SIMP), sistem informasi manajemen kontrak (SIMK), dan sistem informasi manajemen risiko (SIMR). TI membantu meningkatkan transparansi, akurasi, kecepatan, dan kualitas informasi dalam proses global procurement.

  • Teknologi komunikasi

Teknologi komunikasi alat berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam global procurement. Contohnya, telepon, email, video conference, chatbot, dan media sosial. Teknologi komunikasi membantu meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan hubungan antara pembeli dan pemasok dalam global procurement.

  • Teknologi otomatisasi

Teknologi otomatisasi digunakan untuk mengotomatisasi sebagian atau seluruh proses global procurement. Seperti robotika, kecerdasan buatan (AI), blockchain, internet of things (IoT), dan cloud computing. Teknologi otomatisasi membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, fleksibilitas, dan inovasi dalam global procurement.

Baca Juga: Pentingnya Risiko Manajemen dalam Proses Procurement

3. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah pilar utama global procurement karena mereka yang bertanggung jawab untuk menjalankan seluruh proses pengadaan dari awal hingga akhir. Sumber daya manusia harus memiliki kompetensi, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan global procurement. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan adalah:

  • Kemampuan Berbahasa Asing

SDM yang baik harus mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris dan bahasa lain yang relevan dengan pasar sasaran. Hal ini penting untuk memahami kebutuhan pelanggan, menawarkan solusi, dan menyelesaikan masalah.

  • Pengetahuan Budaya.

Sumber daya manusia harus mengerti perbedaan budaya antara negara asal dan negara tujuan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman, konflik, dan pelanggaran norma. Sumber daya manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan budaya setempat dan menghormati nilai-nilai yang berlaku.

  • Kemampuan Analitis

Sumber daya manusia harus mampu menganalisis data dan informasi secara akurat dan cepat. Hal ini penting untuk membuat keputusan yang tepat, efisien, dan efektif. Sumber daya manusia harus mampu memilih pemasok yang terbaik, mengevaluasi kinerja, dan mengoptimalkan biaya.

  • Kemampuan Interpersonal

Sumber daya manusia harus mampu bekerja sama dengan tim internal dan eksternal. Hal ini penting untuk menciptakan hubungan yang baik, saling percaya, dan sinergi. Sumber daya manusia harus mampu berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan memberikan umpan balik.

4. Etika

Etika dijadikan sebagai prinsip-prinsip moral yang menjadi pedoman perilaku dalam global procurement. Etika harus menghormati nilai-nilai universal, seperti kejujuran, integritas, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Etika juga harus mencegah praktik-praktik yang merugikan, seperti korupsi, kolusi, diskriminasi, dan eksploitasi.

Dengan memperhatikan empat pilar utama ini, global procurement dapat memberikan manfaat bagi bisnis dan masyarakat secara keseluruhan.

 

Referensi:

https://www.cio.com/article/230461/managing-the-4-pillars-of-global-procurement.html

https://www.supplychaindive.com/news/management-small-business-procurement-supply-chain/556770/